JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago tak heran pasangan petahana Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat kerap ditolak warga saat berkampanye. Pasalnya, kebijakan mereka sering merugikan rakyat.

Meski begitu, dia berharap warga tidak kebablasan dalam mengungkapkan ketidaksukaan mereka. Pasalnya, berkampanye adalah hak pasangan calon yang dilindungi undang-undang.

“Warga tidak boleh sewenang-wenang apalagi anarkisme dan main hakim sendiri,” ujar Pangi di Jakarta, Jumat (11/11).

Sementara, pengamat politik dari KedaiKopi Hendri Satrio mengatakan, nilai-nilai demokrasi di Pilkada DKI sudah dirusak oleh penolakan terhadap Ahok-Djarot. Dia bahkan menganggap atmosfir Pilkada DKI tidak sehat lagi.

Maka dari itu, Hendri meminta kepada KPU dan Bawaslu untuk menelaah aksi penolakan tersebut. Menurut dia, penolakan ini kali pertama terjadi di Jakarta dan harus segera ditemukan penyebabnya

“Saya rasa Bawaslu harus menelaah hal ini, bukan hanya pelaku yang menolak tapi penyebab penolakan juga harus diketahui. Sehingga Bawaslu bisa melaporkan trend di masyarakat ke penyelenggara pemilu dan penyelenggara negara,” jelas dia.

Dia menambahkan, sebetulnya tidak boleh warga melakukan penolakan terhadap calon yang berkampanye. Maka, penolakan ini harusnya diperhatikan pemerintah.

“Kenapa masyarakat menolak Ahok? Kemungkinan besar akibat citra penistaan agama. Ini harus dicarikan solusi,” tandasnya.(dil/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *