Jakarta, CNN Indonesia — Nama Anies Baswedan melambung dalam bursa calon presiden dan wakil presiden 2019. Namanya kerap menduduki posisi teratas dalam beberapa hasil survei yang dilakukan lembaga survei, terutama untuk posisi calon wakil presiden.

Lembaga survei Alvara memaparkan Anies sebagai tokoh yang paling diinginkan mendampingi Prabowo Subianto sebagai calon wakil presiden. Dalam survei Februari 2018, Anies diinginkan oleh 60 persen responden untuk dipasangkan dengan Prabowo. Survei Alvara melibatkan 2.203 responden di seluruh provinsi di Indonesia.

Pada Mei 2018, Indobarometer merilis survei tentang cawapres, dan menunjukkan nama Anies menempati urutan kedua sebagai calon kuat pendamping Prabowo Subianto. Anies diinginkan oleh 9,3 responden, di bawah mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang meraih 12,5 persen. Survei dilakukan pada 15-22 April 2018 di 34 provinsi kepada 1.200 responden dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner.

 

Partai Gerindra pun mengaku mulai melirik Anies sebagai calon pendamping Prabowo yang akan diusung di Pemilu 2019.

“Ada wacana Pak Anies menjadi cawapres Prabowo, ada berminat untuk jadi capres,” kata Ketua DPP Gerindra Nizar Zahro di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (3/7).

Nizar mengungkapkan usulan Prabowo-Anies semakin berembus kuat di kalangan akar rumput Gerindra. Namun, lagi-lagi hal itu bukan menjadi keputusan final.

“Ada memang untuk dipasangkan pak Anies dengan Prabowo, itu tekniknya bagaimana, strategi bagaimana, nanti kita tunggu 29-30 hari dari sekarang,” terang Nizar.

Sesuai aturan, Gerindra membutuhkan rekan koalisi untuk mengusung calon presiden. Dalam UU Pemilu nomor 7 tahun 2017, disebutkan bahwa parpol atau gabungan parpol yang bisa mengusung capres adalah yang mendapatkan 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional Pemilu 2014.

Gerindra saat ini mengantongi 73 kursi atau 13 kursi DPR. Saat ini, Gerindra kemungkinan berkoalisi dengan PKS yang memiliki 40 kursi atau 7,1 kursi DPR.

Ketua Tim Pemenangan Pilpres 2019 Gerindra Sandiaga Uno juga mengakui nama Anies Baswedan semakin menguat jadi pendamping Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju di Pilpres 2019.

Sandi menyebut sudah ada pembicaraan di kalangan koalisi Gerindra, PKS, dan PAN untuk memajukan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Banyak harapan yang dijatuhkan ke nama-nama tadi, Pak Anies,” kata Sandi saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Senin (2/7).

Meski begitu, kata Sandi, masih akan ada pembicaraan di kalangan koalisi sebelum penetapan pendamping Prabowo.

Aji Mumpung Anies Baswedan 'Naik Kelas' di Pilpres 2019Anies Baswedan bersama Jusuf Kalla dan Zulkifli Hasan di halalbihalal Muhammadiyah. (Foto: Biro Setwapres)

 

Sementara, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago menilai masuknya Anies ke bursa calon presiden dan cawapres sangat mungkin terjadi.

Kata dia, nama Anies masih cemerlang untuk diusung, mengingat banyak pemilih di Jakarta yang masih terjaga suaranya untuk Anies. Gubernur DKI Jakarta itu, bisa saja ‘aji mumpung’ untuk maju di Pilpres.

“Mumpung suaranya masih banyak, saya pikir tidak masalah untuk maju,” ujar Pangi.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan Anies, terutama soal pertaruhan komitmennya kepada warga DKI. Apa bedanya Anies dengan Jokowi yang tidak menyelesaikan masa jabatannya sebagai gubernur ibu kota.

“Saya ingat benar Pak Anies adalah salah satu pemimpin yang paling lantang menyebutkan dia bakal menyelesaikan masa tugasnya,” ujar Pangi.

Selain itu, Pangi mengatakan faktor latar belakang juga patut dipertimbangkan dalam memilih Capres cawapres.

“Sampai sekarang sepertinya masyarakat kita masih belum bisa menerima jika dipimpin bukan Suku jawa. Jadi kita perlu perhatikan ini,” kata Pangi.

Lantas apakah Anies akan menggunakan jurus ‘aji mumpung’ dan memutuskan maju di Pilpres

Leave a Reply