Rimanews – Aksi “Kita Indonesia” yang digelar di Bunderan HI, Jakarta hari ini merupakan ajang pembelaan dari partai-partai politik pendukung gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kata seorang pengamat politik.

“Aksi 412 jelas ditunganggi aktor politik. Ajang kampanye yang dibungkus dengan kata parade kebhinekaan dan upaya menyelamatkan dan memulihkan citra Ahok yang sudah hancur di mata umat mayoritas. Kuat dugaan yang menungangginya adalah Golkar dan Nadem,” kata pengamat politik dari Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago kepada wartawan, hari ini.

Baca:
Parade Budaya Tandingan Aksi Bela Islam
Panitia Bantah Aksi “Kita Indonesia” Tandingan

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani Chaniago sebelumnya membatah bahwa aksi “Aku Indonesia” sebagai tandingan “Aksi Bela Islam III, jumat lalu. 

Menurut Irma, Nasdem dan Golkar hadir pada parade Kebhinekaan Indonesia murni untuk masalah Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Tidak ada agenda lain, termasuk soal Pilkada.

Namun, Pangi yakin aksi “Aku Indonesia” bermuatan politis karena dalam aksi itu bertebaran bendera Golkar dan Nasdem.

Direktur Eksekutif Vox Populi itu menyayangkan hal itu, sementara pada aksi sebelumnya massa dilarang menggunakan atribut apapun. Bahkan, sempat ada larangan bagi bus yang akan mengangkut peserta “Aksi Bela Islam” kemarin. 

“Aksi ini tampak sesuka hati, melanggar aturan yang sudah ada regulasi. Larangan menggunakan atribut parpol yang diatur dalam Pergub digilas dengan sesuka hati. Bagaimana logikanya disebut parade kebhinekaan dan Kita Indonesia,” kata dia.

“Aksi 412 adalah aksi ugal-ugalan dan menabrak peraturan yang berlaku,” tutup Pangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *