Rimanews – Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menilai pasangan calon gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berhasil membuat pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok dan Djarot Saiful Hidayat kerepotan dalam debat pamungkas yang digelar KPU DKI, Rabu malam lalu.

Menurutnya, Anies tampak lihai dan mahir menguasai dan memanfaatkan panggung debat. Khususnya saat memaparkan program pendidikan, reklamasi, rumah nol persen DP, dan tranparansi.”Anies mencoba memainkan peran sebagai pemimpin yang mampu berkomunikasi dan merangkul dengan baik, soal rumah susun cukup merepotkan Ahok-Djarot,” kata dia dalam keterangan persnya, hari ini.

 

Meski demikian, sepanjang debat dengan tema “Dari Masyarakat untuk Jakarta” dengan durai 150 menit itu, dinilai Pangi, Ahok unggul menggunakan bahasa yang paling ederhana dan sangat mudah dipahami masyarakat. Selain itu, Ahok juga diyakini telah berhasil mempromosikan semua program yang telah dikerjakannya tanpa ada yang tercecer.

“Sebagian besar tentang titik banjir di Jakarta saat ini sudah bisa teratasi. Ahok nampak lebih mudah mengurai simpul simpul persoalan transportasi terintegrasi di ibu kota dan Ahok nampak menguasai bagaimana mengadministrasi keadilan sosial,” terangnya.

Semisal, tentang program rumah susun yang ditegaskan Ahok tidak bayar, memastikan anak putus sekolah akan disediakan program paket A, B, dan C untuk melanjutkan pendidikan, menjelaskan strategi menekan harga kebutuhan pokok, serta perhatian dan kepedulian beliau terhadap disabilitas dan lansia. 

Hanya saja, sambung Pangi, Ahok mengalami kesalahatn fatal dengan beberapa kali menggunakan kalimat menyerang terhadap Anies. Kalimat meremehkan seperti ‘Kadang kadang saya bingung juga, jangan bohongi rakyat untuk pilkada, jangan terlalu banyak retorika’.”Istilah tersebut seringkali berulang-ulang diucapkan Ahok untuk melakukan serangan balik, namun saya kira blunder dan kontra produktif,” ungkap Pangi

Leave a Reply