BERITABUANA.CO, JAKARTA – Analisis sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago memotret lebih detail peristiwa politik yang terjadi pada pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2019. Hasilnya dituangkan dalam buku karyanya berjudul “Rematch Pilpres: Kontestasi Elektoral dan Keterbelahan Publik”.

Buku Pangi itu diluncurkan dalam sebuah diskusi di Media Center Gedung Nusantara III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Acara ini cukup menarik karena dibahas oleh politisi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu, politisi PKS Mardani Ali Sera, dan Kepala Pusat Peneliti Politik LIPI, Firman Noor.

Dalam sambutannya Pangi berharap mudah-mudahan ini (buku “Rematch Pilpres: Kontestasi Elektoral dan Keterbelahan Publik”), bermanfaat bagi sejarah perjalanan bangsa.

“Buku ini juga sebagai bentuk upaya tanggung jawab saya sebagai analis, pengamat termasuk yang selalu diminta komentar oleh wartawan-wartawan terkait Pilpres, saya abadikan dalam bentuk tulisan, semoga ini menjadi sejarah baru, sejarah yang akan kita baca di Pilpres 2024,” katanya.

Bagi Pangi, pemilu 2019 merupakan sejarah yang harus diabadikan. Maka sangat sayang kalau tidak dituliskan, karena ini adalah bagian dari sejarah yang akan dibaca peristiwa dan momentum politik 2019 nanti oleh generasi selanjutnya, termasuk oleh aktor yang terlibat di dalamnya nanti, apakah itu NGO, Pengamat, Praktisi, Politisi, bagaimana rangkaian proses perjalanan pilpres di 2019.

“Dari situlah kita belajar, bagaimana kedepannya, kita akan menata masa depan bagaimana kita kedepan memperbaiki kualitas demokrasi kita, memperbaiki pemilu kita dari sejarah-sejarah yang sudah dituliskan, karena kalau kita pandai membaca sejarah ini, tentu peristiwa yang terjadi 2019, kalau yang jeleknya tidak akan kita rangkai kembali, tapi yang baiknya akan kita teruskan,” sebut dia lagi.

Dia pun menyatakan, pada Pilpres 2019 banyak hal yang bisa disaksikan bersama-sama, yaitu pertarungan kontestasi electoral, bagaimana di situ ada downgrade terjadi negatif campain yang juga luar biasa, kemudian Tim Sukses juga bekerja, relawan, jubir juga dan keterbelahan publik juga terjadi. (Asim)