RMOL. Pujian terhadap pelaksanaan debat pamungkas putaran kedua Pilgub DKI terus disampaikan pemerhati. Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago melihat suasana debat dengan mengangkat tema “Dari Masyarakat Untuk Jakarta” terasa lebih hidup dan lebih cair alias tidak kaku.

“Paslon enjoy sehingga menambah cita rasa, lebih rilek berhadap hadapan antara cagub dan cawagub beradu argumen, narasi dan gagasan berbicara soal Jakarta,” kata Pangi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (14/4).

Dia mengatakan debat pamungkas putaran kedua yang diselenggarakan KPU DKI agak berbeda dengan debat-debat sebelumnya.

Indikatornya terlihat mulai dari poin format debat, pertanyaan, host, serta adanya partisipasi atau mengakomodir pelibatan pelbagai komunitas nelayan, komunitas UMKM, komunitas transportasi dan komunitas pemukiman rumah susun.

“Berbeda sekali dengan debat sebelumnya yang menihilkan pelibatan dan partisipasi masyarakat,” katanya.

Debat sebelumnya, sebut Pangi, cenderung kaku, membosankan, bawaannya ngantuk, bahasa berat, terlalu abstrak, serta bahasa audio-visual yang digunakan sulit dipahami oleh masyarakat awam.

“Idealnya sebuah debat yang baik mampu dipahami dan ditangkap dengan mudah pesan yang dikirimkan ke benak publik tentu dengan bahasa yang populis dan amat sederhana,” katanya.

Keunggulan debat putaran kedua, masih kata Pangi, masing-masing paslon saat debat bisa berkomunikasi baik, bisa blak-blakan menyampaikan keunggulan program, mengelaborasi realitas atau fakta yang terjadi di lapangan.

“Dalam bebat sangat terlihat good will dan political will masing-masing paslon, dan ini adalah panggung debat value imparsialitas. Dalam pembacaan saya masing-masing paslon sudah berupaya sekuat tenaga, habis-habisan mengambil ceruk potensial lapisan pemilih sosilogis, psikologis dan pemilih rasional,” demikian Pangi.

Leave a Reply