JAKARTA – Pengamat Politik Sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menilai, konflik yang tengah melanda Partai Hanura merupakan kesalahan fatal. Menurutnya, dengan adanya konflik tersebut Hanura diibaratkan sedang menggali kuburannya sendiri.

“Konflik atau dualisme kepengurusan di Hanura adalah pintu gerbang Hanura menggali kuburannya sendiri,” kata Pangi kepada Okezone, Sabtu (20/1/2018).

 Menurut Pangi, konflik Hanura yang dilakukan pada saat tahun politik merupakan sebuah kesalahan. Disisi lain kata Pangi, parpol lain tengah membangun kesolidan partai, bukan pecah.

“Konflik di internal Hanura jelas menganggu dan bisa berpotensi mengembosi elektabilitas Hanura,” tuturnya.

Sekarang, ungkap Pangi, kontestasi elektoral sudah tidak main-main dan sangat kompetitif. Parlementry threshold juga berat, belum fokus memenangkan pilkada serentak 27 Juni besok. Apalagi sambungnya, Pilpres dan Pileg serentak, sejarah pemilu kita yang belum pernah dilakukan.

“Hanura bisa disalip dan ditenggelamkan kontestan lain apabila bermain dengan api konflik,” sambungnya.

Kata dia, nasib Hanura ada pada Wiranto, bagaimana pun juga Wiranto adalah pendiri dan sekaligus pemilik saham Partai Hanura.

“Jadi baiknya, Hanura harus segera mengakhiri dan menyelesaikan problem di internalnya, jangan sampai dipertahankan. Belajar lah sama PPP dan Golkar yang pernah mengalami konflil dualisme kepenggurusan, enggak tanggung tanggung effort dan energi terkuras, tersedot untuk mengakhiri dan menyudahinya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *