INDOPOS.CO.ID – Partai Gerindra memberikan komentarnya terhadap suksesi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Partai besutan Prabowo Subianto itu menyatakan, bila Megawati pensiun sebagai ketua umum yang cocok menggantikan adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

”Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengatakan ingin segera pensiun dari jabatannya sebagai pemimpin. Saya rasa Pak Joko Widodo sangat mumpuni ya untuk mengantikan Ibu Mega, jika Bu Mega pensiun dari politik,” ungkap Arief Puyouno, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (4/4).

Arief mengungkapkan alasannya, Jokowi merupakan kader PDIP yang dikader khusus oleh Megawati untuk disiapkan sebagai pemimpin nasional. Dimulai dari tingkatan kotamadya, provinsi sampai terpilih sebagai presiden. Sehingga menilai hanya Joko Widodo yang paling cocok sebagai calon pengganti Megawati. ”Kalau diibaratkan dalam sejarah kerajaan Jawa, Ibu Megawati itu seperti Ratu Kalinyamat dan Joko Widodo itu adalah Joko Tingkir yang sama-sama memerangi Pangeran Aryo Penangsang,” seloroh Arief.

Arief mengatakan, pemimpin PDIP tidak harus trah Soekarno. Namun, trah Soekarno harus punya peran penting di PDIP. ”Karena penting dilestarikan trah Sukarno di PDIP. Sebagai simbol Sukarno,” kata Arief.

Politisi PDIP, TB Hasanuddin saat dikonfirmasi mengatakan, apa yang diungkapkan oleh Arief Puyouno selaku kader Parrtai Gerindra adalah upaya merecoki internal PDIP. ”Seharusnya partai lain tidak ikut campur dalam urusan internal PDIP. Ini hanya upaya merecoki,” tukas Hasanudin, kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4).

Dia mengatakan, keputusan yang dilayangkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri adalah suatu yang bijak. karena sebuah organisasi perlu keputusan regenerasi. ”Statement Ibu Mega itu dalam konteks tugas sikap legowo untuk menyampaikan tongkat kepemimpinan dan itu karakter pemimpin yang baik,” kata Hasanuddin.

Namun, lanjutnya, dia mengingatkan generasi berikutnya harus siap melakukan hal itu. Pernyataan Megawati juga menjadi pemicu generasi muda. Mengenai kader PDIP yang siap menggantikan Megawati, kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI itu menilai, partai berlambang banteng tersebut membutuhkan ketokohan seseorangan. ”Saya kira itu harus ada Soft Landing, iya tetap dibutuhkan kaderisasi tetapi juga dibutuhkan ketokohan komplilasi kedua itulah itu membutuhkan struktur yang baik,” tuturnya.

Selain itu, Hasanuddin juga menilai, trah Soekarno masih memegang peran di PDIP secara historis dan ideologis. ”Jangan dilupakan,” tandasnya.

Diamini, politisi PDIP lainnya, Eva Kusuma Sundari. Dia mengatakan, ucapan Megawati agar organisasi menjadi sehat dan berlandaskan sistem. ”Sudah beberapa kali Bu Mega gitu untuk Shock Therapy,” kata Eva melalui pesan singkat, Selasa (4/4).

Eva meminta, semua pihak menunggu Kongres PDIP. Sebab, politik hal yang dinamis. Anggota Komisi XI DPR RI itu juga mengutarakan, keputusan pengganti ketua umum harus melalui kongres .Soal ketum, itu warning dan sinyal untuk internal PDIP. Ini bagus menunjukkan internal demokrasi di PDIP jalan,” kata Eva.

Sebelumnya, Keinginan Megawati Soekarno Putri untuk pensiun sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mendapat persatuan dari kader.

Terdapat dua calon kuat sebagai pengganti pucuk pimpinan partai yang identik dengan Presiden Pertama Indonesi, Soekkarno tersebut. Mereka yakni, Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Informasi yang dihimpun INDOPOS, dua calon terkuat itu saat ini memegang posisi penting. Prananda Prabowo memegang posisi kunci sebagai pimpinan situation room PDIP dan banyak disebut sebagai orang penting di balik keputusan penting Megawati. Ia juga menjabat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif. Sedangkan, Puan Maharani lebih sering terlihat publik sebagai Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Puan juga saat ini menjabat Ketua DPP PDIP Bidang Polhukam dengan status nonaktif.

Pengamat Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, soal Trah Sukarno itu sebenarnya ada beberapa nama yang moncer dan jamak dibicarakan sebagai penerus tahta Megawati. ”Paling tidak ada dua ‘putra dan putri mahkota’ yakni, Prananda Prabowo dan sang adik Puan Maharani,” ungkapnya, belum lama ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *