JAKARTA – Hari ini DPR berencana memutus lima isu krusial dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu. Perkembangan sebelumnya mengenai pembahasan RUU ini yakni muncul empat paket pilihan terkiat lima isu krusial tersebut.

Dari lima isu krusial yang sedang dibahas, salah satu yang menjadi perdebatan alot adalah soal presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden. Direktur eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, agar konsisten dengan keserentakan Pemilu, presidential threshold hendaknya dihapuskan atau dijadikan 0%.

“Kita harus konsisten bahwa setiap warga negara bisa jadi presiden,” kata Pangi dalam diskusi Redbons di redaksi Okezone, Jakarta, Selasa (13/6/2017).

Ia melanjutkan, menjadi hal yang mencurigakan jika sejumlah partai besar yakni PDI Perjuangan dan Partai Golkar ngotot tetap ingin ada presidential threshold.

Presidential threshold memang harus hilang, kalau ada yang ngotot, kita bertanya-tanya ada kepentingan apa? Kalau sudah serentak ngapain ada (presidential threshold)?” lanjut dia.

Menurutnya, jika presidential threshold diloloskan, maka akan menjadi polemik nantinya dan justru merugikan DPR. “Kalau dipaksakan ini akan menjadi polemik dann merugikan DPR senidiri, belum yang empat perkara (isu krusial) lain,” kata dia.

Leave a Reply