Jakarta, HanTer – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Amien Rais, mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ada 9 kritikan Amien Rais yang ditujukan kepada Jokowi, antara lain adanya kebijakan Jokowi yang terasa kurang simpatik pada sebagian kalangan umat Islam, dan kriminalisasi terhadap para ulama sebagai rujukan umat.

Pengamat politik dari Point’ Indonesia (PI) Karel Susetyo mengatakan, sebuah pemerintahan yang demokratis memang membutuhkan kritisisme guna menjaga visi dan misinya. Namun kritik yang disampaikan harus bersifat membangun dan solutif serta disampaikan secara etis. “Artinya harus kritis tapi etis,” ujar Karel.  

Karel menilai, apa yang disampaikan Amien Rais masih dalam batas kewajaran sebuah negara demokratis. Apalagi saat ini Amien Rais sudah berada diluar kekuasaan. Sehingga tugas yang di luar kekuasaan untuk terus memberikan kritik terhadap pemerintah.

Dosa Politik

Sementara itu, Direktur Eksekutif Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, belakangan ini memang Presiden Jokowi banyak melakukan blunder dan ujungnya memancing sentimen negatif.

Karena pemerintahannya terkesan mengkriminalisasi ulama, ujungnya merusak trust Presiden, bagaimana pun efeknya berimplikasi pada citra Presiden itu sendiri. Kriminalisasi yang terjadi secara massif terhadap ulama, jelas membuat publik tak simpatik pada Presiden.

Apalagi belakangan Presiden Jokowi banyak melakukan dosa politik seperti menaikkan tarif listrik dan mencabut subsidi untuk rakyat kelas menengah dan miskin. “Ini jelas tak boleh terus terjadi, mestinya Presiden tetap pada trayek perintah konstitusi dan Pancasila,” jelasnya.

Selain itu, setelah 3 tahun Jokowi berkuasa belum terasa peningkatan kesejahteraan. Tingkat ketimpangan kaya dan miskin juga semasih lebar, lapangan pekerjaan tetap masih susah, keadilan dan penegakan hukum makin mahal dan jauh.

Penangkapan

Peneliti Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M. Aminudin mengatakan, 9 kritikan Amien Rais kepada Jokowi itu karena terlihat Jokowi membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sudah divonis 2 tahun penjara.

“Selain itu rezim Jokowi juga melakukan penangkapan dan kriminalisasi tokoh-tokoh muslim. Diantaranya ustadz Alkhatat, Habib Rizieq,” ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Minggu (21/5/2017).

Menurut nya, Jokowi juga layak dikritik karena melakukan penangkapan sejumlah tokoh demokrasi dan nasional seperti Sri Bintang Pamungkas, Putri Bung Karno Rahmawati. Dengan penangkapan sejumlah tokoh itu maka mengesankan saat ini petinggi sedang bermain kayu untuk melakukan serangan kepada para tokoh masyarakat yang selama ini menggugat pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Ahok.

Ada 9 kritikan Amien Rais kepada Jokowi yang disampaikannya pada  “Refleksi 19 Tahun Reformasi-Menggembirakan Demokrasi Tribute to Amien Rais” di kantor PP Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (20/5/2017).

Pertama, sejak Jokowi dilantik menjadi Presiden, ia menganggap kebijakan Jokowi banyak yang terasa kurang simpatik pada sebagian kalangan umat Islam. Kedua, Jokowi telah membiarkan adanya usaha-usaha untuk melakukan kriminalisasi terhadap para ulama sebagai rujukan umat. Padahal, ulama itu tempat mencari penerangan dan kesejukan buat umat Islam. Ketiga, rencana penggunaan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

Keempat, Jokowi belum juga mengakhiri penjajahan ekonomi asing di Blok Mahakam dan Freeport-McMoran. Kelima, penegakan hukum di zaman Jokowi makin buruk dan belum mengalami perbaikan. Keenam, ancaman keutuhan NKRI di zaman kepemimpinan Jokowi terasa lebih nyata.

Ketujuh, Jokowi agar tidak pernah berpikir menjadikan Indonesia menjadi  economic backyard atau halaman belakang ekonomi RRC.

Kedelapan, Jokowi jangan mudah menciduk orang-orang tertentu yang dalam pandangannya berbahaya, dengan tuduhan makar. Kesembilan, Jokowi agar jangan pernah menganggap enteng kedaulatan rakyat.

Leave a Reply