Jakarta, CNN Indonesia ‐‐ Pencoblosan suara Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 tinggal hitungan hari. Dukungan di saat-saat terakhir seperti yang dinyatakan Partai Kebangkitan Bangsa terhadap pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pun dianggap krusial.

Dukungan PKB pada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 itu disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB DKI Jakarta , Hasbiallah Ilyas kepada Djarot dalam acara Isra Mi’raj PKB, akhir pekan lalu.
Keputusan PKB ini menambah deretan partai politik yang sudah lebih dulu memberikan dukungan. PKB menjadi partai kedua berbasis Islam, setelah PPP, yang mendukung pasangan Ahok-Djarot.

Merapatnya PKB ini dianggap mampu mendongkrak suara Ahok-Djarot pada pesta demokrasi lima tahun di Ibu Kota yang akan dilaksanakan 19 April mendatang.

“Dukungan PKB untuk Ahok bisa membantu Ahok-Djarot dan pasti ada insentif elektoral untuk Ahok,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/4).
Pangi menyatakan, merapatnya partai yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar alias Cak Imin itu dengan PDIP, Partai Golkar, Hanura, NasDem dan PPP, menjadi energi baru bagi pasangan Ahok-Djarot. 
Menurut Pangi, pasangan Ahok-Djarot menyadari PKB memiliki akar rumput dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), sehingga harus dirangkul pada putaran kedua ini.

“Ahok-Djarot mendapat siraman energi politik baru dari PKB,” tuturnya.

Pilihan politik PKB pada putaran kedua ini menguatkan keputusan kader NU yang sejak awal Pilkada DKI 2017 mendukung pasangan Ahok-Djarot. Sebut saja Nusron Wahid dan Muhammad Guntur Romli, intelektual muda NU yang sejak awal ‘pertarungan’ mendukung Ahok-Djarot. 

Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun menilai dukungan PKB tak akan memberikan pengaruh signifikan pada perolehan suara Ahok-Djarot.

Menunggu 'Pil' Cak Imin untuk Ahok-Djarot di Putaran KeduaSuara Cak Imin dinilai sebagai “energi baru” buat Ahok. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Pria yang akrab disapa Ubed itu menyebut, kader serta simpatisan partai yang didirikan oleh Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur bersama kiai-kiai NU lainnya itu tak semuanya mengikuti pilihan pimpinan pusat.

Ubed memberikan contoh, seperti pada Pilkada DKI 2012 dan putaran pertama kemarin, Dukungan penuh pimpinan pusat PKB tak diikuti para kader dan simpatisannya.“Ini menunjukkan bahwa tidak serta merta pilihan DPP sebuah partai terhadap calon gubernur akan diikuti oleh pemilihnya atau warganya,” tutur Ubed. 

Tidak serta merta pilihan DPP sebuah partai terhadap calon gubernur akan diikuti oleh pemilihnya atau warganyaUbedillah Badrun

Menurut Ubed, dukungan PKB untuk pasangan Ahok-Djarot hanya sebatas penambahan jumlah partai pendukungnya semata. Ubed menyebut, tak ada kepastian dukungan pimpinan pusat partai mempengaruhi perolehan suara. 
“Sebab kader atau warga partai telah memilih sikap politiknya sendiri,” tuturnya. 

Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot Raja Juli Antoni menyambut baik dukungan dari DPW PKB pada putaran kedua ini. Ia mengakui bahwa dukungan dari ‘partai’ warga NU itu tambahan kekuatan baru Ahok-Djarot. 

“Tentu (jadi tambahan kekuatan), terutama karena PKB ini parpol berbasis ulama, parpol Islam terbesar di Indonesia,” kata Juli kepada CNNIndonesia.com
Juli menganggap dukungan PKB ini menjadi tambahan moral bagi Ahok-Djarot dan tim pemenangannya dalam merangkul umat Islam yang masih ragu menentukan pilihan pada putaran kedua ini. 
Apalagi, perjalan Pilkada DKI 2017 ini diwarnai aksi-aksi intoleransi berbau Suku, Agama, Ras dan Antaragolongan (SARA), yang dijadikan komoditas politik elektoral lima tahunan. 

Menurut Juli, dukungan PKB, yang memiliki tradisi Islam kuat dengan latar belakang NU, dapat menjelaskan bahwa pada saat pencoblosan nanti masyarakat bukan memilih pemimpin agama, melainkan menentukan pelayannya di Ibu Kota. 

“Yang kami lakukan pada tanggal 19 April itu adalah memilih pelayan masyarakat,” katanya. 
Sebelumnya, Cak Imin dalam beberapa kali kesempatan mengatakan, pilihan pimpinan pusat PKB tergantung sikap dari pimpinan daerah. Cak Imin menyerahkan dukungan untuk paslon pada putaran kedua pesta demokrasi lima tahunan ini kepada DPW PKB.
Menjelang pencoblosan, dukungan kepada dua pasangan calon pun terus mengalir, baik dari partai politik, organisasi kemasyarakatan, kelompok warga daerah hingga komunitas warga.
Anies Baswedan-Sandiaga Uno diketahui disokong oleh Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Idaman, PBB dan Perindo. Tak hanya partai-partai itu, kelompok yang selama ini menjadi motor aksi berjilid anti-Ahok juga mendukung pencalonan Anies-Sandi. 
Sementara itu, Ahok-Djarot didukung PDIP, Partai Golkar, Hanura, NasDem, PPP, PKPI, PSI dan terbaru PKB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *