Jakarta, GATRAnews – Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, wacana yang dilayangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal pembentukan fraksi MUI di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) justru berdampak negatif terhadap citra lembaga itu.

“Kalau memasukkan fraksi MUI kesannya enggak baik. Terkesan oleh masyarakat dalam tanda petik MUI ini haus kekuasaan sehingga citra MUI jadi agak terganggu. Orang bertanya, kok bisa MUI minta jabatan begitu? Selama ini apa enggak cukup ngurus sertifikat halal?” tegas Pangi saat berbincang-bincang dengan GATRAnews di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4).

Fraksi, tegas dia, sesuai amanat UU adalah representasi dari partai politik dan bukan LSM, ormas atau golongan tertentu.
Adanya fraksi sesuai amanat UU adalah representasi dari partai politik dan bukan LSM, ormas atau golongan tertentu. Agar MUI bisa memiliki fraksi di DPR maka harus melalui perubahan di UU MD3.

“Jadi memang tak lazim, sesuatu yang terkesan jelek dan enggak bagus di publik. Mestinya setiap yang diinginkan MUI harus dipelajari, dibaca sentimen positif dan negatif masyarakat. Kalau saya, ini (Fraksi MUI) sentimen negatif bagi masyarakat karena MUI minta jabatan,” kata Pangi.

Leave a Reply