Jakarta, HanTer – Direktur Eksekutif Voxpol, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, penahanan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok,  terhukum  dua tahun terkait kasus penistaan agama tidak bisa dimanfaatkan PDIP untuk memulihkan kepercayaan masyarakat.

Karena kepercayaan (trust) publik terutama pemilih muslim memang sudah antipati terhadap partai berlambang banteng moncong putih. Apalagi PDIP telah mengusung Ahok sebagai calon gubernur penista agama.

“Saya kira dampak dan implikasinya bisa dilihat dengan banyaknya  calon kepala daerah yang diusung PDIP mengalami kekalahan,” kata Pangi Syarwi Chaniago kepada Harian Terbit, Kamis (11/5/2017).

Menurut Pangi, pada dasarnya PDIP sangat sadar bahwa jalan atau pilihan yang diambil ketika mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI Jakarta bukan tidak ada resiko atau konsekuensi politik. Apalagi ketika sudah divonis  dua tahun penjara, PDIP melalui Djarot Saiful Hidayat siap pasang badan demi penangguhan tahanan terhadap Ahok. Sehingga aksi Djarot menimbulkan gejolak diinternal PDIP.

“Belakangan PDIP banyak melakukan blunder dan polemik yang menyebabkan PDIP bunuh diri. Saya ngak mau mengambil kesimpulan yang melompat. Namun paling tidak bukti emperis banyaknya kekalahan yang dituai oleh PDIP adalah effect Ahok itu sendiri,” paparnya.

Pangi menegaskan, dengan upaya PDIP yang tetap ngotot menuntut agar ada penangguhan tahanan terhadap Ahok maka akan semakin bulat, pemilih akan meninggalkan PDIP. Karena selama ini kepercayaan terhadap PDIP yang selalu ditagih janjinya oleh masyarakat. Oleh karenanya semakin PDIP all out membela Ahok maka akan semakin  tergerus elaktabilitasnya di Pileg dan Pilpres 2019. Sehingga sangat yakin PDIP akan mendapat suara di 2019.

“Saya tidak yakin PDIP akan kembali sebagai pemenang pemilu 2019,” tegasnya.

Leave a Reply