LENSAINDONESIA.COM: Pengamat Politik dari Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa rencana pemindahan Ibu Kota Jakarta jangan sebatas wancana namun harus diseriuskan sebab, Jakarta sudah dalam zona bahaya.

“Wacana pemindahan Ibu kota Jakarta saya kira tidak lagi sebatas wacana namun harus diseriuskan. Jakarta sudah dalam zona berbahaya, Jakarta tidak lagi mampu menampung penumpukan penduduk. Makin hari Jakarta makin tidak mampu membahagiakan warganya. Tingkat stres makin meningkat dan kerugian negara makin gila-gilaan karena macet dan banjir,” kata Pangi di Jakarta, Jumat (‎14/4/2017).

Menurut Pangi, kalau pemindahan Ibu Kota dilakukan sebelum Pilpres 2019, maka akan lebih kental aroma politisnya. Bisa saja pemindahan Ibu Kota beririsan dengan kepentingan politik.

“Konflik interest pasti kental. Kalau saya sederhanakan pemindahan Ibu Kota ada kecenderungan dijadikan sebagai komoditas politik, ada insentif elektoral yang didapatkan pemindahan Ibu Kota menjelang pilpres 2019,”jelasnya.

Menurut Pangi dengan momentum tersebut dan sentuhan itu akan dijadikan presiden sebagai suntikan elektoralnya.

“Semua memang bergantung pada kajian Bappenas. Saya kira Bappenas dan presiden sudah main mata, Bappenas pasti bakal pasang badan dan memberanikan pemindahan Ibu Kota setelah mendapat kepastian dan sinyal dari presiden. Semua resiko siap mereka tanggung demi kepentingan pilpres 2019,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *