v12

Jakarta – Keputusan Partai Golkar mengusung Ridwan Kamil (RK) sebagai calon gubernur (Cagub) Jawa Barat (Jabar) sebagai awal perpecahan di internal partai. Pilgub Jabar 2018 menjadi pemantik perpecahan internal Golkar.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Reseach and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Golkar pada akhirnya mungkin berpikir realistis, walaupun pada saat yang sama melakukan blunder politik. Pertama, Golkar tidak percaya dengan benih rahim kaderisasinya sendiri.

“Ini salah satu pemantik terjadi perpecahan di tubuh Golkar, sehingga kader GolkarDPD Jawa Barat belum tentu all out habis mendukung Ridwan Kamil,” kata Pangi, melalui pesan singkatnya, Jakarta, Sabtu (11/11).

Menurutnya, memang dalam terminologi politik ada istilah bandwagon atau lokomotif effeck, parpol bakal mengusung calon yang bakal terpilih atau punya kans lebih besar untuk menang.

“Namun Golkar juga jangan sampai kualat, tidak menghargai kadernya sendiri untuk bertarung dan nampak tak percaya diri,” katanya.

Apalagi, kata Pangi, ada kabar RK akan bergabung menjadi kader Golkar. Akar rumput Golkar, terutama di Jabar, tentunya akan semakin memanas.

Pangi melanjutkan, dealektika meritokrasi tidak berjalan dengan baik, bagaimana fatsun menghargai dan memprioritaskan kader potensial internal sendiri yang punya success story atau prestisius di Jabar.

“Bagaimana logikanya Golkar tidak mengusung kadernya sendiri baik sebagai cagub maupun cawagub,” kata Pangi heran.

Kata Pangi, kasus dan pengalaman yang sama bukan tidak mungkin bisa kembali terulang seperti konflik antara pengurus pusat PDIP dengan pengurus di Jakarta saat di Pilgub DKI 2017.

“Perbedaan tajam dukungan suara akar rumput menginginkan kader sendiri maju seperti Boy Sadikin atau Djarot sebagai cagub. Boy Sadikin kemudian memutuskan keluar dan mendukung Anies Baswedan-Sandiaga Uno,” terangnya.

“Hitung-hitungan kalkulasi politik di atas kertas, boleh-boleh saja. Namun jangan sampai terjadi preseden buruk dan tertanam pikiran negatif kader sendiri. Ngapaian capek-capek berpikir dan kerja keras berdarah-darah membesarkan partai. Bahkan sekelas Ketua DPD Jabar saja, tidak dihargai partainya sendiri. Ini sangat miris,” demikian Pangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *