JAKARTA – Polri diminta serius mengungkap pembuat kontrak politik palsu antara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dengan sejumlah Ormas Islam.

Hal tersebut perlu dilakukan Korps Bhayangkara lantaran kontrak politik palsu itu bagian dari black campaign atau kampanye hitam.

“Polri harus betul-betul menjaga profesionalitasnya dan jangan main-main, apalagi mempertaruhkan trust building,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago kepada Okezone, Rabu (22/3/2017).

Menurut Pangi, bila lembaga yang kini dipimpin Jenderal Tito Karnavian itu mampu membongkar pembuat kontrak politik palsu Anies-Sandi dengan Ormas Islam yang dibubuhi  tanda tangan, masyarakat perlu ‘mengangkat topi.’

“Kalau Polri bisa menuntaskan kasus beredarnya kontrak politik palsu Anies-Sandi, tentu kita angkat topi sama Polri,” tegasnya.

“Semoga aroma yang tercium posisi Polri yang terkesan tidak netral segera menguap ke permukaan dan publik semakin trust terhadap institusi Polri,” tambah Pangi.

Seperti diketahui, surat yang berisi kontrak politik palsu ini sebelumnya diunggah oleh akun @saiful_mujani, milik pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Sabtu 18 Maret 2017 sekira pukul 16.42 WIB.

Surat tersebut salah satunya berisi, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menyatakan siap memimpin DKI Jakarta dengan nilai-nilai syariat Islam dan mendengarkan nasihat para Mufassir dan Ulama.

Leave a Reply