JAKARTA – Polri memberikan dua alternatif tempat sidang untuk tersangka Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus dugaan penistaan agama, yakni PRJ Kemayoran dan Camping Ground Cibubur.

Namun, hingga saat ini Polri khususnya Polda Metro Jaya masih menunggu keputusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk memutuskan lokasi sidang kasus tersebut. Perpindahan lokasi tersebut, lantaran kepolisian memprediksi banyaknya jumlah pengunjung yang akan menyaksikan sidang.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan bahwa keputusan Polri memindahkan lokasi sidang mantan Bupati Belitung Timur tidak mampu meredam animo masyarakat yang ikut mengawal kasus.

“Pertanyaan saya, apakah ada jaminan dipindahkan ke Cibubur tidak akan banyak massa. Kan tidak ada jaminan. Yang namanya massa, jangan kan Cibubur, yang dari daerah saja bisa datang ke Jakarta,” ucapnya kepada Okezone, Jumat (9/12/2016).

Menurutnya, pihak kepolisian seharusnya sudah menahan Ahok sejak awal. Hal tersebut, kata Pangi, dilakukan untuk meredam suasana. Namun, ia mangakui hal itu sulit dilakukan, karena Cagub nomor urut dua ini sedang mengikuti Pilkada DKI 2017.

“Sulit memang. Kalau ditahan, mereka (Ahok) ingin ikut pilkada. Tapi kalau ikut pun Ahok sering dapat penolakan. Ya itu konsekuensi Ahok sendiri yang harus ditanggung,” paparnya.

Oleh karena, itu Pangi berharap pihak kepolisian dapat memberi jaminan keamanan dan kenyamaan pada saat mengawal sidang kasus. “Jumlah personel dengan masyarakat yang akan menonton persidangan pasti tidak sebanding. Polisi harus beri jaminan agar tidak ada anarkisme,” tutupnya.

Rencananya, persidangan Ahok akan dilaksanakan pada Selasa, 13 Desember 2016 sidang perdana akan dilakukan dengan perkara penistaan agama. Hakim yang akan menyidangkan kasus Ahok antara lain: Dwiarso Budi Santiaro selaku hakim ketua. Kemudian, Jupriyadi, Abdul Rosyad, Joseph V Rahantokmasn, I Wayan Wirjana yang didapuk menjadi hakim anggota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *