JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Wacana majunya Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Pilpres 2019 kian senter. Hal itu menyusul kemenangan Anies-Sandi pasca putaran kedua pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022.

Popularitas mantan rival Joko Widodo pada Pilpres 2014 ini kian nanjak pasca menangnya pasangan calon Anies Baswedan-Sandi Uno atas paslon Ahok-Djarot di putaran kedua pilkada DKI Jakarta yang dihelat KPUD Jakarta, Rabu (19/4/2017) dengan skor  3.240.332 suara (57.95 persen) untuk Anies-Sandi dan 2.351.245 suara (42.05 persen) Ahok-Djarot.

Hasil tersebut bakal memuluskan mimpi Prabowo Subianto untul laju ke Pilpres 2019 yang diusung oleh Partai Gerindra dan tentu saja parpol koalisinya. Bahkan tak tertutup kemungkinan Parpol Koalisi Merah Putih (KMP) bakal kembali merapat untuk merealisasikan mimpi besarnya mendudukan Prabowo Subianto ke kursi RI 1 pada pilpres 2019 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago pun berkomentar, bahwa Prabowo masih punya peluang maju di Pilpres 2019. Hanya saja itu tidaklah gampang.

“Prabowo tetap masih punya kans menghadapi presiden Jokowi. Namun perjuangan Prabowo jauh lebih sulit dan keras dibandingkan pilpres 2014, karena jelas berat melawan incambent,” kata pria asal tanah Minang itu, saat dihubungi Netralnews.com di Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Lanjut Pangi, demikian pengamat politik ini disapa, bahwa beliau (Prabowo) butuh kerja keras untuk mengalahkan incumbent atau petahana pak Joko Widodo.

Ketika ditanya soal Jusuf Kalla yang diniali cocok mendampingi Prabowo di Pilpres 2019, sebagaimana diungkapkan pengamat politik dari Universitas Parahyangan, Murhadi, Pangi mengaku kurang yakin jika JK bakal jadi calon wakil mantan Pangkostrad itu.                       

“Saya kurang yakin jika  JK akan berpasangan dengan Prabowo. JK tidak nampak prestasinya dan tak akan menambah suntikan elektoral. Kemungkinan Prabowo tidak akan mengambil JK sebagai wapres, karena bisa blunder,” tutur Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago.

Pengamat politik Indonesia yang juga berprofesi sebagai dosen ilmu politik pada Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, serta Direktur Eksekutif Voxpol, CenterPangi Syarwi Chaniago, menilai jika Prabowo Subianto akan berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK), maka peluangnya sangat tipis.

“Peluangnya tipis. Maka perlu memasukkan figur atau kepala daerah berprestasi (sucses strory).  Menjadi wapres bukan orang lama seperti JK. Karena tak akan menambah bobot elektoral apa apa,” tegas Pangi.

Leave a Reply