AKURAT.CO, Direktur Eksekutif Voxpol Centre, Pangi Syarwi Chaniago menilai, perdebatan yang terjadi antara kubu pro dan kontra pemerintah dalam pengesahan RUU Pemilu lalu merupakan sebuah mini pertarungan di Pilpres 2019 nanti.

Pasalnya, menurut Pangi, sepuluh fraksi partai yang ada di DPR RI sudah terbelah menjadi dua kubu. Yakni kubu pro pemerintah saat ini ada PDI Perjuangan, Partai Golkar, PKB, PPP, Hanura dan Nasdem. Sedangkan kubu oposisi diisi oleh Partai Gerindra, PKS, Demokrat dan PAN.

Meskipun, Pangi mengatakan, PAN saat ini masih berada di dalam koalisi partai pendukung pemerintah, namun jika melihat tren politik yang ada, tidak menutup kemungkinan PAN akan bergabung secara permanen dengan kubu Partai Gerindra.

“Jadi sebetulnya, debatable di sidang paripurna dalam rangka penetapan RUU Pemilu kemarin sebetulnya itu sudah menggambarkan peta mini pertarungan elektoral kontestasi Pilpres 2019, tidak akan jauh-jauh dari mapping pertarungan di parlemen,” ungkapnya kepada Akurat.co saat dihubungi, Jakarta, Kamis (27/7).

Sementara terkait Partai Demokrat yang selama ini selalu memposisikan diri sebagai partai penyeimbang, menurut Pangi, kemungkinan bergabung dengan Gerindra di Pilpres 2019 sangatlah besar. Hanya saja, lanjut Pangi, tinggal apa dan bagaimana perjanjian politiknya nanti.

“Namun dari gelagatnya, akan menyatunya Demokrat dengan Gerindra dalam Pilpres 2019 sangat memungkinkan, dengan jaminan Agus (Putra Sulung SBY) RI 2 mendampingi Prabowo,” ujarnya.

Pangi menambahkan, sepanjang keinginan dan kepentingan dari dua partai tersebut tercapai, maka duet maut antara Demokrat dan Gerindra pun bisa terjadi.

“Namun kemungkinan deedlock tetap masih besar kemungkinan, wacana koalisi Demokrat dengan Gerindra lebih memungkinkan sepanjang syarat yang tadi terpenuhi,” katanya. 

Leave a Reply