RMOL. Keputusan Rizal Ramli untuk maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017 mendatang akan merubah peta politik di ibu kota.
Menurut pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, kompetisi merebut kursi Gubernur DKI akan semakin seru dan menarik. Rizal Ramli akan menghadirkan antitesis dari apa yang telah dilakukan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama ini.

“Rizal Ramli akan membawa gagasan perubahan yang bisa menghadirkan kesejahteraan bagi warga Jakarta tanpa ada yang dikorbankan,” kata dia dalam perbincangan dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis, (1/9).

Walau begitu, Rizal Ramli masih butuh kepastian partai mana yang akan mengusungnya. Dia melihat, pertarungan Pilkada DKI akan menjadi seimbang jika adanya skenario Ahok diusung oleh PDI-P bersama Djarot, dan kemudian Rizal Ramli diusung oleh koalisi kekeluargaan bersama Sandiaga Uno.

Namun ia mengingatkan publik, bahwa PDIP sebagai partai penguasa DPRD DKI akan tetap mengedepankan kadernya untuk maju sebagai cagub, yang berarti peluang PDIP untuk mengusung Walikota Surabaya Tri Rismaharini tetaplah terbuka lebar.

“Kalau misalnya Risma yang diusung, Ahok masuk skema kedua, dia akan diplot jadi Menteri ESDM. Ada arah kesana saya membacanya. Menteri itu kan lagi kosong. Ahok juga pernah sekolah di perminyakan. PDIP tentu tak ingin kehilangan kesempatan mengusung kadernya,” kata Pangi.

Hal ini cukup beralasan, karena menurutnya, dengan hadirnya nama Risma dan Rizal Ramli, Ahok tentu akan merasa terganggu dan panik akan peluang dia mempertahankan tahta DKI-1. Apalagi, Risma dan Rizal sama-sama memiliki rekam jejak yang bagus, Risma sebagai kepala daerah dan Rizal Ramli sebagai Menko.

“Rizal Ramli sangat menjual, selain Risma, dia juga figur antitesis dari Gubernur Ahok. Ini menjadi menarik, ketika ada diferensiasi antara Ahok dan Rizal Ramli. Tinggal bagaimana partai yang mengusung Rizal Ramli nanti mengemasnya,” kata Pangi. [sam]

Leave a Reply