JAKARTA – Pasangan calon nomor urut tiga Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno memiliki cara tersendiri untuk mencegah kecurangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua. Caranya ialah dengan menerjunkan tim senyap sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan bahwa tim senyap tersebut dapat membantu jalannya Pilkada DKI, khusunya pada pencoblosan yang diseleggarakan pada 19 April 2017.

“Saya kira bagus dibentuknya tim senyap. Paling tidak bisa menimalisir potensi penyelewengan suara dari pagi sampai malam, dengan adanya tim senyap bisa mengawasi sehingga kecurangan bisa ditekan,” ujar Pangi kepada Okezone, Senin (10/4/2017).

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini pun mendukung adanya tim senyap Anies-Sandi. Sebab menurutnya tim ini bagian dari menjaga kualitas demokrasi sehingga pemilu berjalan dengan jujur dan adil.

“Siapa pun yang menang atau kalah pasti akan menerima hasil, yang kalah legowo dan yang menang enghgak jamawa, prasyaratnya adalah proses penyelenggaraan pemilu dari level hulu sampai hilir tidak cacat dan semua kehohongan dan potensi kecurangan bisa ditutupi serapat rapatnya oleh penyelenggara pemilu,” tutupnya.

Sekadar diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPUD) DKI Jakarta telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) pada Pilkada DKI putaran kedua berjumlah 7.218.280 orang, atau bertambah 109.691 pemilih dibanding DPT Pilgub DKI pada putaran pertama.

Meski demikian, tim pemenangan Anies-Sandi menilai data itu belum valid lantaran menemukan sekira 153.000 data junlah pemilih yang masih invalid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *