Jakarta, GATRAnews – Direktur Executive Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, Partai Golkar harus melakukan pembenahan serius agar bisa tampil sebagai partai yang diperhitungkan pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Langkah ini hanya bisa dilakukan, jika partai berlambang Pohon Beringin itu di nahkodai oleh pemimpin yang memiliki integritas, bersih, dan piawai dalam mengatur organisasi. 

“Sudah saatnya Golkar dipimpin oleh kader yang luar biasa sehingga dengan basis sistem partai yang lebih merata ditambah sosok figur ketua umum yang bersih, bisa mempercepat berlarinya partai Golkar,” tegas Pangi saat dihubungi wartawan, Senin (18/9). 

Beberapa bulan belakangan ini Golkar tengah dirundung masalah serius karena kadernya terjaring Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK). Sebut saja Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno, Gubernur Bengkulu Ridwan Mukti, Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, dan yang terbaru Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali.

Tak hanya itu, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto juga tengah dirundung masalah korupsi pengadaan KTP elektronik (e-KTP). 

Dalam survei yang dilakukan Centre for Strategic and International Studies (CSIS), elektabilitas Golkar juga turun 3,2% dari tahun sebelumnya karena permasalahan internal partai dengan generasi muda partai. 

Golkar kemudian membentuk Tim Kajian Elektibilitas Partai Golkar. Dalam 10 hari ke depan, tim ini akan melaporkan hasil kajian itu. Pangi melanjutkan, jika Golkar tetap dipimpin oleh figur yang bermasalah maka jangan heran pada 2019 mendatang partai ini tetap terpuruk. 

“Tidak ada pilihan lain, Golkar sedang membutuhkan suplemen dan oksigen politik baru yang bisa memompa animo, kepercayaan diri kader-kader Golkar dari tingkat grass root sampai pusat. Kekuatan Golkar tidak ditentukan oleh figur, tetapi dengan sistem dan basisnya merata,” terang dia.

Leave a Reply