INDOPOS.CO.ID – Pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai peluang La Nyalla Mattalitti memenangkan pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018 cukup besar, mengingat tingkat elektabilitas Ketua Kadin Jatim ini sebesar 13%.

“Elektabilitas La Nyalla sebesar 13% menurut hasil survei itu cukup bagus.  Paling tidak itu merupakan modal dia dalam menjaring dukungan lebih besar, mengambil empati, dan menggali potensi yang belum tergarap dengan baik,” ujar pria yang akrab disapa Ipang dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (21/7).

Mengenai kriteria sosok pemimpin, dikatakan Pangi memiliki perbedaan di masing- masing daerah tergantung dari  pendekatan yang dilakukan oleh calon gubernur kepada masyarakat. La Nyalla satu-satunya kandidat cagub Jatim yang berlatar belakang pengusaha ini dinilai disukai masyarakat.

“Kalau La Nyalla memang sosok yang disukai, dekat dengan masyarakat, berarti tidak ada masalah dengan kasus yang sempat menimpa dia,” imbuh Pangi.

Lebih lanjut Pangi mengimbau agar La Nyalla melakukan beberapa langkah untuk memompa elektabilitasnya seperti melakukan pendekatan kepada relawan, sering mengadakan kegiatan tatap muka atau mengadakan dialog dengan warga, dan juga mendekati komunitas- komunitas di Jawa Timur.

“Perlu beberapa hal pertama menyiapkan strategi bagaimana bisa mendulang suara dengan pendekatan dari segi relawan, mesin partainya, lalu kemampuan dia bertatap muka atau menghadiri dialog dengan warga. Kemudian mendekati komunitas apakah itu komunitas petani, pedagang, nelayan, atau kelompok- kelompok yang punya pengaruh besar di Jawa Timur,” paparnya.

Seperti diwartakan sebelumnya LKPI (Lembaga Konsultan Politik Indonesia) merilis bahwa La Nyalla memiliki tingkat keterpilihan sebanyak 13,1% mengalahkan Khofifah Indar Parawansa (Mensos) yang meraih 12,3%, dan Saifulah Yusuf (Wagub Jatim) sebanyak 11,2%.

Menanggapi hasil survei ini, Pangi setuju bahwa pertarungan elektoral seperti Pilgub, bertumpu pada tingkat elektabilitas namun bukan menjadi satu- satunya faktor penentu kemenangan.

“Tentu kalau kita melihat pertarungan elektoral dalam Pilkada, harus bertumpu pada elektabilitas tapi itu bukan merupakan satu- satunya faktor penentu kemenangan. Paling tidak, survei bisa menjadi petunjuk agar para calon memahami dimana lumbung suara terbesarnya,” pungkas Pangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *