JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago berpendapat bahwa diplomasi ‘meja makan’ yang diterapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhir-akhir ini di Istana Merdeka cukup berhasil. Hal itu dianggap mampu meredam gejolak yang tengah terjadi pascademo 4 November 2016.

“Lobi politik meja makan itu mantra kekuasaan yang jitu. Presiden makan bersama ketum parpol jadi dapat diselesaikan semua persoalan di meja makan,” ujar Pangi kepada Okezone, Kamis (24/11/2016).

Namun, secara fatsun politik, kata Pangi, kurang tepat apabila hal tersebut ditunjukkan ke publik secara langsung. Apalagi terjadi di saat masih banyak rakyat yang sulit makan alias miskin.

Menurut Pangi, Presiden Jokowi selama ini memang lihai dan mahir mengatasi gejolak aksi. Strateginya menyelesaikan problem semuanya bisa dibereskan dengan lobi di meja makan.

“Semoga Presiden kita doakan berhasil membangun konsolidasi stabilitas di meja makan,” pungkasnya.

Aksi damai bela Islam diketahui akan berlanjut pada 2 Desember 2016. Namun, seiring waktu berjalan dikaitkan dengan adanya isu makar. Suasana seolah kian memanas, dan membuat Presiden Jokowi melakukan langkah-langkah untuk meredam situasi untuk menjaga keutuhan NKRI.

Presiden Jokowi pun kemudian melakukan safari militer dan politik. Usai melakukan safari dengan menyambangi TNI-Polri, Presiden Jokowi menemui ketua umum partai politik di Istana Merdeka.

Berdasarkan data yang dihimpun Okezone pada 17 November 2016 di Istana Merdeka, Presiden Jokowi bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan melangsungkan makan siang.

Kemudian berlanjut dengan melakukan santap bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada 21 November 2016. Hal serupa juga dilakukan bersama Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh; Ketua Umum PPP Romahurmuzy; dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *