TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – JAKARTA – Direktur Lembaga Kajian Politik VoxPol Center, Pangi Syarwi Chaniago menilai adanya unsur politis dalam kasus SMS yang menyeret Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

“Bagi saya ini bentuk pembunuhan karakter kepada Hary Tanoe, tentu ada lawan politik yang tidak senang,” ujar Pangi, Jumat (7/7/2017).

Sebagai Ketua Umum Partai, Pangi menilai Hary Tanoe punya potensi cukup besar untuk memenangkan pemilu. Hal itu dibuktikan Partai Perindo berhasil mengantarkan salah satu pasangan calon dalam memenangkan pertarungan memperebutkan Kursi DKI 1.

“Kita tafahumlah, hukum ditaklukkan oleh realitas politik, kehendak politik yang ingin membungkam Hary Tanoe,” kata Pangi.

Selain itu, Pangi mengatakan bahwa tidak ada unsur ancaman dalam pesan yang dikirimkan Hary Tanoe kepada Yulianto pada tanggal 5, 7, dan 9 Januari 2016 lalu.

“Tidak ada satu katapun yang mengancam Jaksa secara langsung, itu hanya mengingatkan untuk tidak sewenang-wenang atau menyalah gunakan kekuasaan hukum yang sedang dimiliki saat ini,” katanya.

Artinya, lanjut Pangi, Hary Tanoe mengingatkan Jaksa Agung untuk bekerja kembali pada fitrahnya, yakni perjuangan dalam menegakan hukum. Tentunya sebagai benteng terakhir dalam mencari keadilan penegakan hukum.

“Nah sekarang justru terkonsentrasi pada hal-hal sepele seperti ini yang tidak ada untungnya bagi bangsa dan negara dan tidak ada ruginya untuk bangsa dan negara,” papar Pangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *