RMOL. Penampilan calon gubernur DKI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di debat perdana dua hari lalu membuktikan kapasitasnya berbicara di hadapan publik.

Direktur Eksekutif Voxpol Centre Pangi Syarwi Chaniago menilai, Agus telah menampik kebimbangan orang tentang kapasitasnya dalam penguasaan konten debat mengingat latar belakangnya militer, terbiasa dengan garis komando.

“Ternyata (Agus) dapat menguasai panggung, menghapus kecurigaan dan keraguan publik selama ini ke Agus, lantaran ada beberapa kali diundang debat namun tidak pernah menghadirinya,” kata Pangi melalui pesan singkatnya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Minggu (14/1).

Pangi melihat, debat berlangsung dinamis saat ketiga paslon saling beradu gagasan, meski awalnya berlangsung dua arus saat Ahok sebagai petahana melawan Anies dan Agus. Hal itu menurutnya wajar karena Ahok sebagai incumbent.

“Ahok-Djarot tentu menang soal pengalaman dan enak memaparkan bentangan emperis kinerjanya,” jelas Pangi.

Namun di sisi lain ia mencermati kelemahan-kelemahan Ahok selama menjabat menjadi titik serang atau peluru yang ditembakkan Agus dan Anies. Ibarat permainan sepakbola, menurut dia, semakin diserang Ahok akan berbahaya ketika bertahan.

“Baju anti peluru Ahok lumayan menangkis peluru yang ditembakkan Agus dan Anies,” kata dia.

Namun nampaknya daya tahan Ahok hanya sampai di sesi tiga debat. Setelah itu Ahok paling banyak menyerang dan terlihat emosional. Di awal debat, Ahok belum kelihatan aslinya dan justru tidak menguasai konten.

“Dalam debat tersebut terjadi perang asimetris, dinamis dan saling lempar bola dan saling sindir ketiga calon, misalnya Ahok menyindir Sylvi saat bekerja dengan Foke (Fauzi Bowo), sedangkan Ahok disindir soal penggusuran, dan Anies disindir Ahok soal kelemahan berpikir sebagai dosen tapi bukan tataran kerja, hapalan dan hanya pintar retorika,” urai Pangi.[wid]

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *