INDOPOS.CO.ID – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menyarankan sebaiknya Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono bisa bertemu dalam waktu dekat dengan Presiden Joko Widodo sebelum peringatan 72 tahun Kemerdekaan Indonesia. 

Dengan harapan, lanjut dia, pertemuan dari kedua tokoh tersebut bisa menurunkan tensi politik yang kian memanas mengingat Jokowi adalah presiden terpilih yang menggantikan posisi SBY, seperti ibarat pertemuan Obama dan Trump di Amerika Serikat. “Setiap ada persoalan kebangsaan yang serius, mereka bertemu,” ujar ujar Pangi melalui pesan singkatnya kepada INDOPOS.CO.ID, Sabtu (5/8).

“Pembicaraan dalam pertemuan kedua tokoh tersebut bisa membahas hal-hal yang belum ada titik terang, dan masih terdapat perbedaan sudut pandang, perspektif dan belum ketemu jalan keluarnya serta masih terkesan terdapat perbedaan pendapat yang cukup tajam,” jelas dia.

Pertemuan dua tokoh tersebut, menurut Pangi, paling tidak bisa menyejukkan suhu politik di tengah turbulensi politik yang kian tak menentu. 

“Menu yang disajikan dalam pertemuan tersebut bisa berupa nasi goreng, gado gado, pecel, atau lainnya, biar lah Pak Jokowi yang menyiapkan menu tersebut. Terkadang  dalam kondisi bangsa dan negara seperti ini, dari pertemuan suasana makan yang hangat dan bersahabat bisa memunculkan solusi atau jalan tengah untuk mengurai problem fundamental yang sedang dihadapi bangsa,” jelas dia.

Apalagi setelah komentar kontroversial Viktor Laiskodat yang cukup berpotensi memantik api konflik, di tengah musim kemarau politik yang sedang melanda. “Kita tentu tidak menginginkan suasana kesejukan bangsa terganggu dengan statement brutal dan fitnah keji seperti yang dipertontonkan Viktor secara telanjang, membuat suasana makin keruh,” ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center itu.

“Namun kita ingin menjernihkan suasana kebangsaan (nation state) dan semoga tidak ada lagi  Victor-Victor lain pasca pertemuan kedua tokoh bangsa tersebut,” pungkas dia. 

Leave a Reply