Jakarta, CNN Indonesia — Hasil survei lembaga Voxpol Center mencatat sebanyak 42 persen dari total 718.571 pemilih pemula di Jakarta belum mantap menentukan pilihannya terhadap salah satu dari tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Mereka sangat berpeluang mengubah pilihannya ke calon lain.

Pemilih pemula berdasarkan definisi Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta adalah mereka yang berusia 17 hingga 21 tahun. Di Jakarta, dari 7.132.856 orang yang masuk Daftar Pemilih Sementara, sebanyak 718.571 orang dikategorikan sebagai pemilih pemula.

Voxpol mengajukan pertanyaan: Jika pemilihan gubernur dilaksanakan hari ini (siapa yang Anda pilih?).

Hasilnya, 29,02 persen pemilih pemula memilih Ahok-Djarot, Agus-Sylvi dipilih 25,06 persen, dan Anies-Sandi mendapat dukungan 17,19 persen. Responden yang belum menetapkan pilihannya sebanyak 28,73 persen.

Namun, pilihan itu masih bisa berubah karena banyaknya pemilih pemula yang belum mantap dengan pasangan calon yang akan mereka pilih. Voxpol mencatat 42,05 persen pemilih pemula menyatakan masih mungkin berubah.

“Artinya, angka swing voter yang belum mantap menentukan pilihan cukup tinggi. Sementara itu yang sudah mantap dalam pilihannya, tidak berubah sebanyak 48,17 persen serta 9,78 persen tidak tahu/tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (26/12).

Survei Voxpol memaparkan, sebanyak 51,14 persen dari total swing voter di kalangan pemilih pemula, mungkin berubah karena pengaruh lingkungan seperti orang tua (mengikuti pilihan keluarga), teman sejawat, tetangga, teknologi digital, pengaruh tokoh masyarakat di sekitar tempat tinggal, dan guru.

“Sebanyak 26,06 persen lain mungkin berubah karena visi, misi, program kerja yang ditawarkan calon. Lalu ada 10,91 persen pemilih pemula berubah karena diberi hadiah, uang dan souvenir. Alasan lainnya sebesar 3,02 persen dan tidak tahu/tidak jawab sebanyak 8,87 persen,” kata Pangi.

Survei Voxpol Center dilaksanakan pada 30 November-10 Desember 2016 dengan metode purposive sampling. Margin of error plus-minus 4,8 persen dengan tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Responden survei sebanyak 400 orang yang berumur 17 hingga 21 tahun. Responden terdistribusi 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan.

Pangi mengatakan, hasil survei pemilih pemula ini belum bisa menyimpulkan siapa pemenangnya karena beberapa faktor. Pertama, selisih persentase elektabilitas antar kandidat mendekati margin of error.

Faktor kedua karena persaingan yang cukup kompetitif. Tingginya angka undecided voter juga membuat pergerakan elektoral akan terus terjadi di kalangan pemilih pemula.

“Faktor terakhir karena masih tersisa waktu kurang lebih 2 bulan sebelum hari-H pemilihan, sehingga kemungkinan pergerakan elektabilitas tiap kandidat masih sangat dinamis,” kata Pangi.

(wis/gil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *